Skip to main content

SELF SERVICE DAN TABLE SERVICE DI KFC


           Berkembangnya teknologi membawa dampak terhadap banyak sisi dan aspek, salah satunya terhadap sisi pelayanan masyarakat. Salah satunya yaitu KFC, sebuah tempat makan yang sudah sangat populer di Indonesia. Mereka memanfaat teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanannya terhadap para pelanggan. KFC memiliki dua layanan baru yang dapat memberikan rasa nyaman yang lebih kepada pelanggannya saat mereka makan di sini, mulai dari memesan hingga menunggu pesanannya datang. Teknologi tersebut yaitu Self Service Terminal dan Table Service. Kedua teknologi ini hadir pertama kali di Indonesia yaitu di KFC Bintaro sektor 9 pada tanggal 31 Desember 2017.
            
           Self Service Terminal merupakan suatu bentuk layanan dimana para pelanggan dapat memilih dan memesan sendiri produk dari KFC dengan menggunakan layar sentuh dari sebuat mesin atau alat yang bisa juga disebut dengan terminal. Setelah selesai memilih produk, pelanggan akan melakukan pembayaran dan mendapatkan struknya. Untuk layanan ini, pembayaran tidak dapat dilakukan dengan uang tunai, tapi dengan menggunakan kartu debit atau kredit. Berikutnya, pelanggan dapat duduk untuk menunggu namanya dipanggil dan mengambil pesanannya. Untuk Self Service Terminal, sekarang sudah ada di sekitar 20 store dari KFC.


Self-Service Terminal di KFC

           Berikutnya yaitu Table Service, suatu teknologi dimana pelanggan dapat memilih dan memesan produk dari KFC melalui sebuah device tablet yang terdapat di mejanya. Setelah pelanggan memilih dan memesan produk dari tablet tersebut, maka nantinya akan ada petugas dari KFC yang mengampiri mejanya untuk mengkonfirmasi pemesanan dan pelanggan tersebut melakukan pembayaran. Berbeda dengan teknologi Self Service Terminal, pelanggan dapat membayarnya menggunakan uang tunai. Setelah itu, pelanggan hanya tinggal menuju notifikasi di tabletnya yang menunjukkan bahwa pesanan sudah siap diambil di Pick-up Counter. Pick-up Counter merupakan tempat khusus untuk pengambilan pesanan melalui teknologi Table Service. Untuk teknologi dan pelayanan ini, baru ada di satu store dari KFC, yaitu di cabang Bintaro Sektor 9, tepatnya di lantai duanya. Namun sudah direncanakan untuk menyebarluaskan teknologi ini di cabang-cabang lainnya.


Table Service di KFC

           Tujuan dipakainya kedua teknologi ini yaitu untuk mensiasati antrian panjang di KCF pada waktu-waktu tertentu seperti pada jam makan siang dan jam makan malam. Dengan adanya tiga sistem pemesanan (manual, Self Service Terminal, dan Table service), maka antrian akan terbagi. Selain itu dengan adanya teknologi ini juga akan membuat para pelanggan merasakan suasana baru saat menunggu makanannya datang, karena mereka hanya tinggal duduk dan berbincang-bincang dengan temannya atau siapapun itu sembari menunggu pesananannya datang.


Pick-up Counter untuk layanan Tablet Service di KFC
           Berdasarkan review dari pelanggan, terdapat perbedaan yang didapat antara sebelum dan sesudah adanya teknologi ini. Jika pada saat teknologi ini belum digunakan, banyak orang yang berpikir dua kali untuk masuk ke dalam store KFC setelah mereka melihat antrian yang panjang di dalamnya. Namun, setelah adanya teknologi ini maka antrian panjang tersebut akan terurai dan terpecah sehingga sudah tidak terlihat lagi antrian yang panjang, karena banyak dari mereka yang sedang mengantri atau menunggu pesanannya datang di tempat duduknya masing-masing.

            
           KFC dapat dikatakan sukses dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan layananannya kepada para pelanggan, karena KFC mendapatkan feedback yang positif dari pelanggannya terhadap teknologi tersebut.

Comments

Popular posts from this blog

Desain dan Manajemen Jaringan Komputer (Part 8)

OSI Layer dan Fungsinya OSI atau Open System Interconnection adalah suatu model referensi berupa susunan atau kerangka konseptual jaringan yang di implementasikan melalui protokol jaringan dalam 7 lapisan berbeda. Sekarang ia telah menjadi suatu standar koneksi untuk sebuah komputer. Selain itu, OSI diciptakan juga untuk memenuhi tujuan tertentu. Tujuan tersebut adalah supaya model OSI menjadi rujukan bagi setiap vendor ataupun developer hingga software dan produk yang mereka buat mempunyai sifat interpolate. Hal itu berarti pengguna tak harus melakukan upaya khusus dan mereka bisa melakukan kerja sama dengan sistem ataupun produk. OSI mempunyai 7 layer yang semuanya memiliki fungsi berbeda-beda, layer-layer tersebut yaitu : Physical Layer . Layer ini berhubungan dengan fisik dan bertanggung jawab dalam hal melakukan transmisi terhadap bit data. Fungsinya yaitu : Sinkronisasi bit data Mendefinisikan media transmisi jaringan Mendefinisikan metode persinyalan Men

Posttest_vc1_3KA88_12118910_Ghozy Muhammad H.M

Perancangan Basis Data a. Sebutkan 6 tahap perancangan basis data Pengumpulan Data dan Analisis. Bertujuan untuk menentukan kelompok pemakai pada bidang aplikasinya, peninjauan dokumentasi yang ada, dan mengumpulkan respon user hasil kuesioner. Perancangan Basis Data Secara Konseptual. Bertujuan untuk menghasilkan Conceptual Schema untuk database yang tergantung pada sebuah DBMS yang spesifik. Pemilihan DBMS. Pemilihan DBMS ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu faktor teknik, ekonomi, dan politik organisasi. Perancangan Basis Data Secara Logika atau Pemetaan Model Data. Tahap ini dilakukan oleh pemetaan skema konseptual dan skema eksternal yang dihasilkan pada tahap ke-2. Pada tahap ini, skema konseptual ditransformasikan dari model data tingkat tinggi yang digunakan pada tahap ke-2 ke dalam model data dari DBMS yang dipilih pada tahap ke-3.  Perancangan Basis Data Secara Fisik. Perancangan basis data secara fisik merupakan proses pemilihan struktur-struktur penyimpanan dan jalur-jalu